Apresiasi Novel
“Gurun Bercerita Cinta” Karya Diyah Ratna
Oleh
: Fuat Anggrianto
122074052/PB
2012
Judul
novel : Gurun Bercerita
Cinta
Pengarang : Diyah Ratna
Jumlah
halaman : 328 halaman
Penerbit : GagasMedia, 2009
ISBN : 979-780-325-2
Novel
yang berjudul “Gurun Bercerita Cinta” merupakan novel terbitan GagasMedia yang
menarik. Novel karya keempat dari Diyah Ratna ini setelah ketiga novelnya yang
berjudul Serpihan hati, hantu ambulance, dan setannya kok beneran merupakan
novel yang cocok untuk semua kalangan. Berlatar belakang keindahan dan budaya
di negeri Kuwait,
kisah ini tak hanya mampu membuat pembaca terpesona, namun
juga mengerti bahwa cinta yang membuat kita mampu menunggu takdir hingga waktu
terhenti. Adapun fakta cerita yang terdapat dalam novel tersebut diantaranya
ialah alur cerita, tokoh cerita, dan latar cerita.
Alur
Novel
ini menggunakan alur lurus atau alur maju dimana jalan cerita dalam novel ini
hanya menunjukkan jangka waktu kedepan, tersusun secara linier yaitu melangkah
ke kejadian-kejadian selnjutnya.
Tokoh.
Di novel ini tokoh utama ialah Mario
dimana frekuensi kemunculannya sangat banyak, mulai dari awal hingga khir novel
selalu ada mario dan itu bercerita tentang mario. Mario dalam penokohannya
merupakan orang yang cerdas, kaku, berani, acuh takacuh dan bertanggung jawab.
Tokoh sampingan dalam novel ini cukup
banyak diantaranya Candra, Abdullah, Donald Tarrence, Alena, Zahra, Syekh,
Amir, ibu Mario, Gita, supir, dan teman-teman Mario.
Latar
latar
tempat dari novel ini ialah di negara Kuwait kususnya di perusahaan Ababil
Airlans, apartemen, al damman, dan pusat-pusat wisata dan belanja. Dan juga di
Indonesia yaitu di jakarta, bandung, kususnya dirumah mereka.
Latar waktu dari novel ini cenderung
tidak terfokus, setiap waktu yaitu siang, malam, pagi, dan sore.
Latar sosial dari novel ini ialah
budaya Indonesia dan budaya Kuwait kususnya Timur Tengah.
Adapun
sarana cerita yang terkandung dalam novel ini yang diantaranya judul cerita,
sudut pandang cerita, dan gaya bahasa & nada cerita.
Judul
Judul dari novel ini ialah Gurun Bercerita Cinta.
Sudut
Pandang
Dalam
novel ini pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga dimana menggunakan
nama dalam menyebut dan berkonikasi dalam menceritakan novel.
Gaya Bahasa & Nada Cerita
Dalam
novel ini pengarang menggunakan gaya bahasa umum yang cenderung untuk mudah
dimengerti oleh para pembacanya. Sedangkan nada yang digunakan dalam novel ini
ialah nada yang stabil.
Kemudian
dalam novel ini juga terkandung tema dan amanatnya.
Tema
Tema
dari novel ini ialah tema cinta. Karena dalam novel ini cenderung menceritakan
sebuah kisah cinta yang dialami tokohnya.
Amanat
Amanat
dari novel ini ialah kejarlah impianmu dengan segenap kemampuan untuk mencapai
kebahagianan di kemudian hari. Dan janganlah pernah membohongi diri sendiri
untuk sebuah kebahagiaan.
Novel
ini terdapat makna-nakna yang tersirat dalam makna estetikanya. Novel ini
bermakna sebuah kisah cinta yang sangat kuat dan tak terbendung oleh kewajiban
dan tanggung jawabnya. Dapat diketahui bahwa novel ini bercerita tentang kisah
cinta yang terjalin akibat badai pasir digurun yang merupakan sebuah musibah
tak terduga oleh Mario dan Alena. Novel ini ingin memberitahukan kepada pembaca
bahwa sebuah cinta itu datang tiba-tiba walaupun telah ada sosok lain yang lama
telah menanti, dan juga bermakna sebuah sastra yang mengutamakan estetika dalam
maknanya untuk para pembacanya.
Menurut penulis novel ini memiliki
keindahan makna namun tidak memiliki keindahan gaya bahasa dikarnakan gaya
bahasa yang digunakan terlalu umum dan sederhana. Seandainya jika sang
pengarang mau memadukan keindahan makna novelnya ini dengan gaya bahasa yang
lebih indah, mengunakan majas, diksi, dan pola kalimat yang tidak biasa maka
novel ini akan menjadi novel yang sempurna.
Kekerasan Hati
Tokoh Mario Pada Novel “Gurun Bercerita Cinta” Karya Diyah Ratna
Dalam
tulisan ini penulis berusaha untuk menganalisa novel dari segi tokoh Mario
dikarenakan tokoh Mario selain adalah tokoh utama juga memiliki karakter yang
kuat dalam novel ini. Tokoh Mario dalam novel ini ialah seorang pemuda
Indonesia yang sangat pandai dan cekatan baik di bidang teori maupun dalam
prakteknya. Mario adalah salah satu pemuda Indonesia yang bekerja di perusahaan
luar negeri yaitu Ababil Airlans dan menjabat sebagai salah satu meneger yang
memimpin di perusahaan penerbangan tersebut. Dia adalah seorang pemuda yang
berwatak kaku, pekerja keras, dan tegas. Mario adalah salah satu kepercayaan
dan sahabat pimpinan perusahaan karena kinerjanya yang sangat memuaskan untuk
memajukan perusahaan tersebut. Mario juga seorang yang baik dan pintar dimata
reka-rekan setimnya di perusahaan, dia merupakan orang yang ahli dalam masalah
pesawat, dia juga ahli dalam menjalin sebuah hubungan, dan intinya dia sangat
ahli dalam melaksanakan pekerjaannya.
Penulis
menunjukkan bahwa tokoh Mario ini sangat memiliki kekerasan hati dalam
menghadapi masalah walaupun dengan emosi yang menggejolak dan pikiran yang
kurang positif. Dalam novel ini menceritakan tentang kehidupan yang berjalan di
kuwait city tepatnya di perusahaan Ababil Airlans. Namun semua berubah ketika
dalam sebuah proyek baru serang karyawan wanita baru ditugaskan untuk memimpin
royek tersebut. Tentu seluruh tim dan juga Mario tidak setuju akan hal
tersebut. Pemimpin perusahaan donald terrence tetap bersih keras untuk
mempertahankan perempuan tersebut sebagai pemimpin proyek. Setelah perundingan
cukup lama akhirnya diputuskan bahwa Mario ditugaskan sebagai second leader
mendampingi wanita tersebut. Mario yang juga tidak suka dengan wanita tersebut
yang bernama Alena itu juga sangat buruk dalam kerja samanya. Alena adalah
seorang wanita Indonesia yang cerdas dan profesional. Walaupun Alenaberusaha
keras untuk menjalankan tugasnya namun tetap tidak ada kerja sama yang apik
dari Mario dan rekan-rekan timnya hanya Candra sahabat Mario yang mau sedikit
berkomunikasi dengannya. Mario memiliki seorang gadis yang bisa disebut calon
tunangannya yaitu Gita adik sahabatnya senndiri yaitu candra. Sebenarnya Mario
tidak memilik perasaan apa-apa terhadap Gita, namun melihat sosok Gita Mario
menemukan sosok yang layak dijadikan sebagai pendamping hidup. Selain cantik
dan manis gita juga memiliki kemampuan yang dapat menyokong pekerjaan Mario
saat ini. Dari sini bisa dilihat bahwa sosok mario memiliki kekerasan hati yang
begitu kuat. Dia tidak terlalu terpengaruh dan berani mengambil keputusan
dengan dasar yang dianggapnya itu baik.
Kemudian
setelah waktu berlalu Mario dan Alena mendapatkan tugas keluar kota bersama.
Mereka berdua ditugaskan untuk menjalin kerja sama dengan syekh yang termasur
disana. Dalam perjalanan keduanya mendapat musibah dimana mobil yang mereka
gunakan mogok dan mereka diterjang badai pasir. Disanalah mulailah terasa
sesuatu yang berbeda. Saat itu mereka tidak sadar bahwa mereka telah jatuh
cinta. Saat itulah yang dulunya merek saling kaku, saling tidak suka sejenak
hilang dan larut dalam pelukan hangat di mobil saat badai pasir itu datang.
Setelah semalaman dimobil akhirnya mereka dijemput oleh helikopter klaient
mereka di al dammam dan seiring waktu berjalan akhirnya misi tersebut berhasil.
Namun setelah kembali ke perusahaan sikap saling kaku mereka kembali ada seakan
tidak mau mengakui bahwa mereka telah saling jatuh cinta.
Seiring
berjalannya waktu akhirnya proyek yang di pimpin oleh Alena itu berhasil dan
semua gembira termasuk Mario dan timnya yang dulu mengecam Alena. Benar-benar
sangat menarik untuk mengkaji novel ini lebih lanjut. Dari penganalisisan
ditemukan bahwa tokoh mario memang selalu memiliki kekerasan hati. Dia tetap
bersikukuh untuk menikahi Gita walaupun tidak mencintainya dan dia tidak mau
untuk mengakui bahwa telah terjalin rasa kasih sayang antara dirinya dan Alena
setelah apa yang dialaminya selama ini. Sampai akhir cerita ketika telah lama
tidak bertemu dan akhirnya kedua tokoh itu bertemu kembali, Mario tetap
mencintai Alena. Itu sangat membuktikan bahwa anggapan penulis terhadap
kekerasan hati yang dimiliki Mario memang benar.
Pendekatan yang digunakan untuk novel
ini ialah pendekatan tekstual dimana pendekatan ini hanya perlu melakukan
pemandangan pada keaktualan dan berkonsentrasi pada kalimat yang terdapat pada
novel. Dalam pendekatan ini juga tidak diharuskan untuk mengetahui hal-hal yang
berkaitan erat dengan novel bahkan biografi sang pengarang novel itu sendiri.
Novel Gurun Bercerita Cinta merupakan
novel yang dapat dipahami hanya dengan cara membaca teks cerita itu sendiri,
novel ini juga mudah untuk dipahami karena novel ini memiliki sifat realistis
dan gaya bahasanya pun cukup sederhana.
Daftar Pustaka
Najid, Moh. 2009 Mengenal Apresiasi Prosa Fiksi.
Surabaya : University Press.
Ratna, Diyah. 2009 Gurun Bercerita Cinta.
Jakarta : GagasM





0 komentar:
Posting Komentar