Rabu, 11 September 2013


Apresiasi Novel “Gurun Bercerita Cinta” Karya Diyah Ratna
Oleh : Fuat Anggrianto
122074052/PB 2012

Judul novel                  : Gurun Bercerita Cinta
Pengarang                   : Diyah Ratna
Jumlah halaman           : 328 halaman
Penerbit                       : GagasMedia, 2009
ISBN                           : 979-780-325-2

            Novel yang berjudul “Gurun Bercerita Cinta” merupakan novel terbitan GagasMedia yang menarik. Novel karya keempat dari Diyah Ratna ini setelah ketiga novelnya yang berjudul Serpihan hati, hantu ambulance, dan setannya kok beneran merupakan novel yang cocok untuk semua kalangan. Berlatar belakang keindahan dan budaya di negeri Kuwait,
kisah ini tak hanya mampu membuat pembaca terpesona, namun juga mengerti bahwa cinta yang membuat kita mampu menunggu takdir hingga waktu terhenti. Adapun fakta cerita yang terdapat dalam novel tersebut diantaranya ialah alur cerita, tokoh cerita, dan latar cerita.
Alur
            Novel ini menggunakan alur lurus atau alur maju dimana jalan cerita dalam novel ini hanya menunjukkan jangka waktu kedepan, tersusun secara linier yaitu melangkah ke kejadian-kejadian selnjutnya.
Tokoh.             
Di novel ini tokoh utama ialah Mario dimana frekuensi kemunculannya sangat banyak, mulai dari awal hingga khir novel selalu ada mario dan itu bercerita tentang mario. Mario dalam penokohannya merupakan orang yang cerdas, kaku, berani, acuh takacuh dan bertanggung jawab.
Tokoh sampingan dalam novel ini cukup banyak diantaranya Candra, Abdullah, Donald Tarrence, Alena, Zahra, Syekh, Amir, ibu Mario, Gita, supir, dan teman-teman Mario.




Latar
            latar tempat dari novel ini ialah di negara Kuwait kususnya di perusahaan Ababil Airlans, apartemen, al damman, dan pusat-pusat wisata dan belanja. Dan juga di Indonesia yaitu di jakarta, bandung, kususnya dirumah mereka.
            Latar waktu dari novel ini cenderung tidak terfokus, setiap waktu yaitu siang, malam, pagi, dan sore.
            Latar sosial dari novel ini ialah budaya Indonesia dan budaya Kuwait kususnya Timur Tengah.

Adapun sarana cerita yang terkandung dalam novel ini yang diantaranya judul cerita, sudut pandang cerita, dan gaya bahasa & nada cerita.
Judul
            Judul dari novel ini ialah Gurun Bercerita Cinta.
Sudut Pandang
            Dalam novel ini pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga dimana menggunakan nama dalam menyebut dan berkonikasi dalam menceritakan novel.
Gaya Bahasa & Nada Cerita
            Dalam novel ini pengarang menggunakan gaya bahasa umum yang cenderung untuk mudah dimengerti oleh para pembacanya. Sedangkan nada yang digunakan dalam novel ini ialah nada yang stabil.

Kemudian dalam novel ini juga terkandung tema dan amanatnya.
Tema
            Tema dari novel ini ialah tema cinta. Karena dalam novel ini cenderung menceritakan sebuah kisah cinta yang dialami tokohnya.
Amanat
            Amanat dari novel ini ialah kejarlah impianmu dengan segenap kemampuan untuk mencapai kebahagianan di kemudian hari. Dan janganlah pernah membohongi diri sendiri untuk sebuah kebahagiaan.

Novel ini terdapat makna-nakna yang tersirat dalam makna estetikanya. Novel ini bermakna sebuah kisah cinta yang sangat kuat dan tak terbendung oleh kewajiban dan tanggung jawabnya. Dapat diketahui bahwa novel ini bercerita tentang kisah cinta yang terjalin akibat badai pasir digurun yang merupakan sebuah musibah tak terduga oleh Mario dan Alena. Novel ini ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa sebuah cinta itu datang tiba-tiba walaupun telah ada sosok lain yang lama telah menanti, dan juga bermakna sebuah sastra yang mengutamakan estetika dalam maknanya untuk para pembacanya.
            Menurut penulis novel ini memiliki keindahan makna namun tidak memiliki keindahan gaya bahasa dikarnakan gaya bahasa yang digunakan terlalu umum dan sederhana. Seandainya jika sang pengarang mau memadukan keindahan makna novelnya ini dengan gaya bahasa yang lebih indah, mengunakan majas, diksi, dan pola kalimat yang tidak biasa maka novel ini akan menjadi novel yang sempurna.




Kekerasan Hati Tokoh Mario Pada Novel “Gurun Bercerita Cinta” Karya Diyah Ratna

            Dalam tulisan ini penulis berusaha untuk menganalisa novel dari segi tokoh Mario dikarenakan tokoh Mario selain adalah tokoh utama juga memiliki karakter yang kuat dalam novel ini. Tokoh Mario dalam novel ini ialah seorang pemuda Indonesia yang sangat pandai dan cekatan baik di bidang teori maupun dalam prakteknya. Mario adalah salah satu pemuda Indonesia yang bekerja di perusahaan luar negeri yaitu Ababil Airlans dan menjabat sebagai salah satu meneger yang memimpin di perusahaan penerbangan tersebut. Dia adalah seorang pemuda yang berwatak kaku, pekerja keras, dan tegas. Mario adalah salah satu kepercayaan dan sahabat pimpinan perusahaan karena kinerjanya yang sangat memuaskan untuk memajukan perusahaan tersebut. Mario juga seorang yang baik dan pintar dimata reka-rekan setimnya di perusahaan, dia merupakan orang yang ahli dalam masalah pesawat, dia juga ahli dalam menjalin sebuah hubungan, dan intinya dia sangat ahli dalam melaksanakan pekerjaannya.
            Penulis menunjukkan bahwa tokoh Mario ini sangat memiliki kekerasan hati dalam menghadapi masalah walaupun dengan emosi yang menggejolak dan pikiran yang kurang positif. Dalam novel ini menceritakan tentang kehidupan yang berjalan di kuwait city tepatnya di perusahaan Ababil Airlans. Namun semua berubah ketika dalam sebuah proyek baru serang karyawan wanita baru ditugaskan untuk memimpin royek tersebut. Tentu seluruh tim dan juga Mario tidak setuju akan hal tersebut. Pemimpin perusahaan donald terrence tetap bersih keras untuk mempertahankan perempuan tersebut sebagai pemimpin proyek. Setelah perundingan cukup lama akhirnya diputuskan bahwa Mario ditugaskan sebagai second leader mendampingi wanita tersebut. Mario yang juga tidak suka dengan wanita tersebut yang bernama Alena itu juga sangat buruk dalam kerja samanya. Alena adalah seorang wanita Indonesia yang cerdas dan profesional. Walaupun Alenaberusaha keras untuk menjalankan tugasnya namun tetap tidak ada kerja sama yang apik dari Mario dan rekan-rekan timnya hanya Candra sahabat Mario yang mau sedikit berkomunikasi dengannya. Mario memiliki seorang gadis yang bisa disebut calon tunangannya yaitu Gita adik sahabatnya senndiri yaitu candra. Sebenarnya Mario tidak memilik perasaan apa-apa terhadap Gita, namun melihat sosok Gita Mario menemukan sosok yang layak dijadikan sebagai pendamping hidup. Selain cantik dan manis gita juga memiliki kemampuan yang dapat menyokong pekerjaan Mario saat ini. Dari sini bisa dilihat bahwa sosok mario memiliki kekerasan hati yang begitu kuat. Dia tidak terlalu terpengaruh dan berani mengambil keputusan dengan dasar yang dianggapnya itu baik.
            Kemudian setelah waktu berlalu Mario dan Alena mendapatkan tugas keluar kota bersama. Mereka berdua ditugaskan untuk menjalin kerja sama dengan syekh yang termasur disana. Dalam perjalanan keduanya mendapat musibah dimana mobil yang mereka gunakan mogok dan mereka diterjang badai pasir. Disanalah mulailah terasa sesuatu yang berbeda. Saat itu mereka tidak sadar bahwa mereka telah jatuh cinta. Saat itulah yang dulunya merek saling kaku, saling tidak suka sejenak hilang dan larut dalam pelukan hangat di mobil saat badai pasir itu datang. Setelah semalaman dimobil akhirnya mereka dijemput oleh helikopter klaient mereka di al dammam dan seiring waktu berjalan akhirnya misi tersebut berhasil. Namun setelah kembali ke perusahaan sikap saling kaku mereka kembali ada seakan tidak mau mengakui bahwa mereka telah saling jatuh cinta.
            Seiring berjalannya waktu akhirnya proyek yang di pimpin oleh Alena itu berhasil dan semua gembira termasuk Mario dan timnya yang dulu mengecam Alena. Benar-benar sangat menarik untuk mengkaji novel ini lebih lanjut. Dari penganalisisan ditemukan bahwa tokoh mario memang selalu memiliki kekerasan hati. Dia tetap bersikukuh untuk menikahi Gita walaupun tidak mencintainya dan dia tidak mau untuk mengakui bahwa telah terjalin rasa kasih sayang antara dirinya dan Alena setelah apa yang dialaminya selama ini. Sampai akhir cerita ketika telah lama tidak bertemu dan akhirnya kedua tokoh itu bertemu kembali, Mario tetap mencintai Alena. Itu sangat membuktikan bahwa anggapan penulis terhadap kekerasan hati yang dimiliki Mario memang benar.
Pendekatan yang digunakan untuk novel ini ialah pendekatan tekstual dimana pendekatan ini hanya perlu melakukan pemandangan pada keaktualan dan berkonsentrasi pada kalimat yang terdapat pada novel. Dalam pendekatan ini juga tidak diharuskan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan erat dengan novel bahkan biografi sang pengarang novel itu sendiri. Novel Gurun Bercerita Cinta merupakan novel yang dapat dipahami hanya dengan cara membaca teks cerita itu sendiri, novel ini juga mudah untuk dipahami karena novel ini memiliki sifat realistis dan gaya bahasanya pun cukup sederhana.


Daftar Pustaka
Najid, Moh. 2009 Mengenal Apresiasi Prosa Fiksi. Surabaya : University Press.
Ratna, Diyah. 2009 Gurun Bercerita Cinta. Jakarta : GagasM

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar