Rabu, 19 Juni 2013


Kasih tak sampai..
Galau, aku patut membenci dia.
Aku tergoda, selamat tinggal.
Takkan rela, salah apa ?
Bertahan,
Kasih tak sampai...


Semilir angin mengagetkan jangkrik yang sedang bertapa di sebuah batu. Oh ya ? ada apa dengan mereka ? gurita-gurita gelap sudah mati, jangkrik bernyanyi ria. Katakan kepada jangkrik tolonglah antar dia menuju langit menyinari alam ini, seraya engkau bernyanyi menemani sinarnya. Saksi jadilah saksi, saksi bermandikan kasih. Engkau pemangku sinar langit hinggaplah kerlipnya. Tak pernah ku dapat seorang indah sepertimu. Mencoba bertahan dikala sang jangkrik mencoba membuat sebuah lubang di tanah. Aku bertarung dalam jiwa dan raga. Aku tergoda oleh wanita. Sungguh aku tergoda, dan aku tetap tergoda, meskipun aku tergoda, aku takut kehilangan. Hei kau pejantan malam ! beraninya kau membakar api di atas api. Tak kau lihatkah air menyala-nyala di atas sang surya. Ya ! tentu benciku kini mencapai level tak terjamah olehmu. Dan aku tak akan rela seandainya seorang jangkrik menggantikan tahtaku karena aku dan aku sungguh cinta akan surga. Tak seharusnya aku bermahkotakan seorang raja dalam sebuah khayal. Merangkap jabatan sebagai seorang panglima. Tapi aku bersaing dengan seorang jangkrik. Guritamu kini tak bermahkota, tak sejahat permata. Di manakah ku letakkan saksi-saksi dunia wahai jangkrik ? mutiara-mutiaramu itu sungguh mengiris-iris bola mataku. Darah nanah mengucur tak kau cambuk saja leherku. Lihatlah-lihatlah kau di sana, dengarlah  kau di sana, aku telah berdua untuk selamanya. Menanti sebuah harta karun ‘the lost of treasure’. Ku kutuk kau menjadi kotak hitam buluk jika kau berani memilih satu berlian saja untuk kau jadikan pengganti intanku. Ku injak kau tak ku ampuni, dasar kau gurita tua busuk. Ku tutup hatiku untuk mereka walaupun berjuta intan putih yang kau jatuhkan dari satu indra yang kau sebut mata. Biarlah untukku sendiri melangkah ke dalam sebuah ironi. Mendekap jauh namun tetap bertahan dalam jauhnya hijaunya samudra biru. Kelapa tumbuh subur pertanda kucing mulai mengendus sisa-sisa kesalahan apa itu yang ku benci. Tuan-tuan minyak berurutan menyembeurkan api-api kasih ke lubang buaya. Namun daya listrik tetap bertahan dan bertahan dalam dingin salju swedia. Untuk sebuah cinta aku denguskan satu lirik lagu yang selalu bernyanyi di setiap malam untuk menghibur sang jangkrik untuknya. Melangkah menuju sebuah hutan rimba. Di mana aku bersalaman dengan sebuah pohon yang bernama kasih sayang. Aku ditawarinya sebuah buah, dan ternyata biru laut yang membayangiku disetiap lubang memberiku rasa nyaman menjalani sebuah hidup. Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah maafkanlah segala yang ku lakukan. Untuk raja aku persembahkan mahkotaku untuk memimpin sang ratu dalam mimpinya. Untuknya aku hidup. Detik-detik lagu kunyanyikan untukmu rajaku. Betapa gurita manis ini mendekapku tiap ku sebut. Sekali lagi, untukmu aku hidup, untukmu aku hidup, dan untukmu aku hidup.
Tetaplah menjadi bintang di langit. Agar cinta kan abadi. Biarlah sinarmu terang menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita, berdua.

FM~

Senin, 17 Juni 2013



Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia….

Hari ini adalah hari ke-23 kematian perempuan yang telah melahirkanku. Kematian yang memang sudah aku tunggu. Bodoh ! Kalian pikir aku anak durhaka yang mendoakan ibunya mati ? Bukan ! Justru itu karena ketololan perempuan itu sendiri. Dulu, sudah berkali-kali aku dan kakak sekandungu mengajaknya ke dokter  untuk memeriksakan penyakitnya tapi wanita itu ngotot tidak mengiyakan ajakanku itu. Sekarang lihat ! Berani-beraninya dia pergi dan menelantarkanku tanpa kasih sayang seorang ibu.

Pembunuh itu datang sekitar tiga tahun yang lalu. Pembunuh yang menguras daging-daging ibuku hampir separuh tubuhnya. Yang awalnya 65 kg mungkin hanya tersisa 25 – 30 kg. pembunuh itu menghasilkan cairan yang membanjiri paru-paru ibuku yang membuatnya susah bernafas hingga bermalam-malam tidak bisa menidurkannya dengan nyenyak, yang membuatnya selalu menganga karena kesulitan mengeluarkan udara dari mulutnya. Pembunuh itu membuatnya kalah dengan kehidupan sehingga ia tak bisa apa-apa tanpa sebuah tongkat yang menyangganya. Pembunuh itu sekarang terkubur dengan wanita yang ku puja yang ku cinta di dalam tanah.