Kasih tak sampai..
Galau, aku patut membenci dia.
Aku tergoda, selamat tinggal.
Takkan rela, salah apa ?
Bertahan,
Kasih tak sampai...
Galau, aku patut membenci dia.
Aku tergoda, selamat tinggal.
Takkan rela, salah apa ?
Bertahan,
Kasih tak sampai...
Semilir
angin mengagetkan jangkrik yang sedang bertapa di sebuah batu. Oh ya ? ada apa
dengan mereka ? gurita-gurita gelap sudah mati, jangkrik bernyanyi ria. Katakan
kepada jangkrik tolonglah antar dia menuju langit menyinari alam ini, seraya
engkau bernyanyi menemani sinarnya. Saksi jadilah saksi, saksi bermandikan
kasih. Engkau pemangku sinar langit hinggaplah kerlipnya. Tak pernah ku dapat
seorang indah sepertimu. Mencoba bertahan dikala sang jangkrik mencoba membuat
sebuah lubang di tanah. Aku bertarung dalam jiwa dan raga. Aku tergoda oleh
wanita. Sungguh aku tergoda, dan aku tetap tergoda, meskipun aku tergoda, aku
takut kehilangan. Hei kau pejantan malam ! beraninya kau membakar api di atas
api. Tak kau lihatkah air menyala-nyala di atas sang surya. Ya ! tentu benciku
kini mencapai level tak terjamah olehmu. Dan aku tak akan rela seandainya
seorang jangkrik menggantikan tahtaku karena aku dan aku sungguh cinta akan
surga. Tak seharusnya aku bermahkotakan seorang raja dalam sebuah khayal. Merangkap
jabatan sebagai seorang panglima. Tapi aku bersaing dengan seorang jangkrik. Guritamu
kini tak bermahkota, tak sejahat permata. Di manakah ku letakkan saksi-saksi
dunia wahai jangkrik ? mutiara-mutiaramu itu sungguh mengiris-iris bola mataku.
Darah nanah mengucur tak kau cambuk saja leherku. Lihatlah-lihatlah kau di sana,
dengarlah kau di sana, aku telah berdua
untuk selamanya. Menanti sebuah harta karun ‘the lost of treasure’. Ku kutuk
kau menjadi kotak hitam buluk jika kau berani memilih satu berlian saja untuk
kau jadikan pengganti intanku. Ku injak kau tak ku ampuni, dasar kau gurita tua
busuk. Ku tutup hatiku untuk mereka walaupun berjuta intan putih yang kau
jatuhkan dari satu indra yang kau sebut mata. Biarlah untukku sendiri melangkah
ke dalam sebuah ironi. Mendekap jauh namun tetap bertahan dalam jauhnya
hijaunya samudra biru. Kelapa tumbuh subur pertanda kucing mulai mengendus
sisa-sisa kesalahan apa itu yang ku benci. Tuan-tuan minyak berurutan
menyembeurkan api-api kasih ke lubang buaya. Namun daya listrik tetap bertahan
dan bertahan dalam dingin salju swedia. Untuk sebuah cinta aku denguskan satu
lirik lagu yang selalu bernyanyi di setiap malam untuk menghibur sang jangkrik
untuknya. Melangkah menuju sebuah hutan rimba. Di mana aku bersalaman dengan
sebuah pohon yang bernama kasih sayang. Aku ditawarinya sebuah buah, dan
ternyata biru laut yang membayangiku disetiap lubang memberiku rasa nyaman
menjalani sebuah hidup. Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah maafkanlah
segala yang ku lakukan. Untuk raja aku persembahkan mahkotaku untuk memimpin
sang ratu dalam mimpinya. Untuknya aku hidup. Detik-detik lagu kunyanyikan
untukmu rajaku. Betapa gurita manis ini mendekapku tiap ku sebut. Sekali lagi,
untukmu aku hidup, untukmu aku hidup, dan untukmu aku hidup.
Tetaplah
menjadi bintang di langit. Agar cinta kan abadi. Biarlah sinarmu terang
menyinari alam ini, agar menjadi saksi cinta kita, berdua.
FM~





0 komentar:
Posting Komentar